garam

WORLD FOOD PROGRAMME – A GUIDE TO SETTINGUP RICE FORTIFICATION STANDARDS: EXAMPLES FROM THE ASIA ANDPACIFIC CONTEXT

1. Introduction In 2021, more than half the people affected by hunger in the world (425 million) lived in Asia (1). The factors that can contribute to the micronutrient deficiency burden across various life stages include limited access to diverse and healthy diets due to non-affordability or poor dietary choices resulting from limited knowledge, socio-cultural …

WORLD FOOD PROGRAMME – A GUIDE TO SETTINGUP RICE FORTIFICATION STANDARDS: EXAMPLES FROM THE ASIA ANDPACIFIC CONTEXT Selengkapnya »

PENGUATAN PROGRAM IODISASI GARAM:PERANAN DAN PERSEPSI INDUSTRI GARAM DALAM PROGRAM FORTIFIKASI GARAM

FGD Penguatan Peran Pemangku Kepentingan Sektor Swasta dalam Pelaksanaan Fortifikasi Pangan Wajib di Indonesia yang dilakukan pada tanggal 13-14 November 2023 di Harris Hotel Tebet, menyoroti peranan dan persepsi industri garam serta hal yang diharapkan dari industri kepada pemerintah. Fortifikasi garam dalam perjalanannya banyak menemui hambatan, termasuk pencabutan Permendagri 63/2010 melalui Permendagri 6/2018. Dalam rangka …

PENGUATAN PROGRAM IODISASI GARAM:PERANAN DAN PERSEPSI INDUSTRI GARAM DALAM PROGRAM FORTIFIKASI GARAM Selengkapnya »

 POTENSI PENGEMBANGAN FORTIFIKASI BERAS  DI INDONESIA 

Fortifikasi beras di Indonesia masih dalam tahap pengembangan. Dari FGD yang dilakukan dalam rangkaian kegiatan FGD Penguatan Peran Pemangku Kepentingan Sektor Swasta dalam Pelaksanaan Fortifikasi Pangan Wajib di Indonesia pada tanggal 13-14 November 2023 di Harris Hotel Tebet, tersirat bahwa fortifikasi beras mendapat dukungan berbagai pihak, meskipun sampai saat ini belum diwajibkan. Walaupun, belum ada …

 POTENSI PENGEMBANGAN FORTIFIKASI BERAS  DI INDONESIA  Selengkapnya »

FGD PENGUATAN PERAN PEMANGKU KEPENTINGAN SEKTOR SWASTA DALAM PELAKSANAAN FORTIFIKASI PANGAN WAJIB  DI INDONESIA 

 13 – 14 NOVEMBER 2023 | HARRIS HOTEL  Fortifikasi pangan wajib merupakan salah satu upaya untuk mengatasi defisiensi zat gizi mikro yang sangat bermanfaat dan efektif. Namun, dalam perjalanannya banyak permasalahan yang terjadi seiring dengan perubahan dan ketidakkonsistenan kebijakan. Oleh karena itu, FGD ini dilakukan untuk mengetahui persepsi dan kendala yang dialami oleh sektor swasta …

FGD PENGUATAN PERAN PEMANGKU KEPENTINGAN SEKTOR SWASTA DALAM PELAKSANAAN FORTIFIKASI PANGAN WAJIB  DI INDONESIA  Selengkapnya »

Strategi Mewujudkan Fortifikasi Pangan Wajib yang Efektif dan Berkelanjutan untuk Membangun SDM Indonesia yang Unggul dan Produktif

Prof. Dr. Ir. Drajat Martianto Ketua Pengurus KFI Pemerintah Indonesia telah mengembangkan dan melaksanakan program Fortifikasi Pangan Skala Besar pada garam, tepung terigu, dan minyak goreng. Hingga saat ini program fortifikasi masih memerlukan pengembangan untuk dapat memberikan dampak yang maksimal. Fortifikasi beras masih dalam persiapan untuk melakukan integrasi industri fortified rice kernel dengan penggilingan padi …

Strategi Mewujudkan Fortifikasi Pangan Wajib yang Efektif dan Berkelanjutan untuk Membangun SDM Indonesia yang Unggul dan Produktif Selengkapnya »

PERAN FORUM KOORDINASI LINTAS PELAKU (PPP)

Pungkas Bahjuri Ali, S.TP, MS, Ph.D Direktur Kesehatan dan Gizi Masyarakat Ir. Adhi Lukman Ketua Umum Gabungan Produsen Makanan Minuman Indonesia (GAPMMI) Telah dirumuskan bahwa Pembangunan di Indonesia berpusat pada manusia untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan, memampukan manusia (human capabilities) untuk meningkatkan harkat dan martabat dengan memenuhi semua kebutuhan dasar, serta menggunakan pendekatan siklus …

PERAN FORUM KOORDINASI LINTAS PELAKU (PPP) Selengkapnya »

POTENSI BIOFORTIFIKASI SEBAGAI SOLUSI PENANGGULANGAN KURANG GIZI MIKRO

Jarot Indarto, SP, MT, MSc, Ph.D Direktur Pangan dan Pertanian Kementerian PPN/Bappenas Dr. Untung Susanto, SP, MP Pusat Penelitian Tanaman Pangan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) *** Beras fortifikasi menurut PerBapanas No. 2 tahun 2023 merupakan beras yang diperkaya atau ditambahkan dengan satu atau lebih zat gizi yang secara alamiah tidak terkandung atau terkandung …

POTENSI BIOFORTIFIKASI SEBAGAI SOLUSI PENANGGULANGAN KURANG GIZI MIKRO Selengkapnya »

ANALISIS LANSKAP KELAYAKAN FORTIFIKASI BERAS

Rinna Syawal, SP, MP Direktur Penganekaragaman Konsumsi Pangan, Badan Pangan Nasional (Bapanas) Ir. Sutarto Alimuso Ketua Perkumpulan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (PERPADI) Data Susenas BPS dari tahun 2018-2022 menunjukan bahwa pola konsumsi pangan penduduk Indonesia paling tinggi adalah konsumsi beras. Konsumsi sayur dan buah serta sumber serat ternyata masih rendah di kalangan masyarakat. …

ANALISIS LANSKAP KELAYAKAN FORTIFIKASI BERAS Selengkapnya »

LANSEKAP FORTIFIKASI GARAM BERYODIUM

Dr. Ir. Sudarto, MM.IMV Pusat Optimalisasi Pemanfaatan Teknologi Industri dan Kebijakan Jasa Industri Kementerian Perindustrian ____ Rozy A Jafar Nutrition International Dalam mempelajari situasi garam di Indonesia beberapa hal harus diperhatikan antara lain besaran kebutuhan garam nasional, target Universal Salt Iodization (USI), produksi garam konsumsi yang beryodium, besaran perbedaan perkiraan produksi dan kebutuhan konsumsi menurut …

LANSEKAP FORTIFIKASI GARAM BERYODIUM Selengkapnya »

Pra-Widyakarya Pangan dan Gizi: LSFF  untuk Pengembangan Sumberdaya Manusia Indonesia yang Produktif

Jakarta (27/06/2023) – KFI bekerjasama dengan Bappenas mengadakan pertemuan Pra-Widyakarya Pangan dan Gizi (National Conference on Food and Nutrition). Kegiatan ini mengangkat tema “Strategi mewujudkan fortifikasi pangan wajib yang efektif dan berkelanjutan untuk pengembangan sumber daya manusia Indonesia yang produktif”. Konferensi ini bertujuan mengidentifikasi topik-topik penting dan strategis dari program fortifikasi pangan di Indonesia untuk …

Pra-Widyakarya Pangan dan Gizi: LSFF  untuk Pengembangan Sumberdaya Manusia Indonesia yang Produktif Selengkapnya »

ID