MGS

FROM REGULATION TO IMPLEMENTATION: MAPPING DATA AVAILABILITY AND ANALYZING GAPS IN STRENGTHENING INDUSTRY READINESS, COMPLIANCE, AND THE IMPACT OF LARGE-SCALE FOOD FORTIFICATION (LSFF) PROGRAMS IN INDONESIA

Pengantar Fortifikasi pangan diposisikan sebagai elemen strategis dalam transformasi sistem pangan menuju sistem yang berkelanjutan, sehat, dan tangguh, berbasis sumber daya serta kearifan lokal, sebagaimana diamanatkan dalam RPJPN 2025–2045. Komitmen ini diperkuat dalam RPJMN 2025–2029[1], yang menempatkan fortifikasi pangan dan biofortifikasi sebagai bagian penting dari intervensi gizi dalam pembangunan manusia. Sejalan dengan itu, fortifikasi pangan …

FROM REGULATION TO IMPLEMENTATION: MAPPING DATA AVAILABILITY AND ANALYZING GAPS IN STRENGTHENING INDUSTRY READINESS, COMPLIANCE, AND THE IMPACT OF LARGE-SCALE FOOD FORTIFICATION (LSFF) PROGRAMS IN INDONESIA Read More »

Vitamin A Analysis of Fortified Palm Cooking Oil

Kementerian Perindustrian atas permintaan Kementerian Kesehatan telah menetapkan Pemberlakuan SNI MGS (Minyak Goreng Sawit) nomor 7709 Tahun 2012 secara wajib dan diperbarui melalui SNI nomor 7709 Tahun 2019. SNI ini selain mengatur tentang persyaratan MGS secara rinci juga mengatur kandungan vitamin A yang harus ada pada MGS kemasan sebesar 45 IU di tingkat produsen. Sejak …

Vitamin A Analysis of Fortified Palm Cooking Oil Read More »

EN