FGD DAN FINALISASI DOKUMEN STRATEGI KOMUNIKASI NASIONAL FORTIFIKASI PANGAN KFI

Avenzel Hotel dan Convention Cibubur | 20 Mei 2024

Dalam rangka mendapatkan umpan balik dan finalisasi dokumen strategi komunikasi nasional fortifikasi pangan untuk advokasi dan perubahan perilaku, KFI dan Yayasan Cipta mengadakan FGD yang dilaksanakan pada hari Senin, 20 Mei 2024, pukul 09.00-12.00 WIB, yang dilaksanakan secara hybrid di Avenzel Hotel dan Convention Cibubur dan Zoom Meeting.

Kegiatan ini dimoderatori oleh Prof. Dr. Abdul Razak Thaha, M.Sc dan dibuka oleh Dr. Nina Sardjunani

 Kegiatan ini dimoderatori oleh Prof. Dr. Abdul Razak Thaha, M.Sc dan dibuka oleh Dr. Nina Sardjunani selaku Direktur KFI dan dilanjutkan dengan paparan dari Perwakilan Yayasan Cipta terkait dokumen yang sudah disusun. Dalam sambutannya, Dr. Nina menyampaikan bahwa penyusunan dokumen strategi komunikasi dan kegiatan FGD hari ini sejalan dengan visi KFI yaitu mengadvokasi penerapan Fortifikasi Pangan Skala Luas (Large Scale Food Fortification/LSFF) untuk mengurangi kelaparan tersembunyi dan meningkatkan kesehatan, produktivitas, dan kualitas hidup masyarakat Indonesia. Dalam rangka melaksanakan advokasi dan komunikasi kepada pengambil kebijakan di tingkat nasional dan daerah serta kepada pelaku usaha dan konsumen, KFI memandang perlu menyiapkan Dokumen Strategi Komunikasi Nasional Fortifikasi Pangan. Sehubungan dengan hal tersebut, dengan dukungan Bill and Melinda Gates Foundation, KFI bekerja sama dengan Yayasan Cipta menyiapkan dokumen Strategi Komunikasi Nasional Fortifikasi Pangan.

Paparan Yayasan Cipta

Dalam forum ini, Yayasan Cipta juga menyampaikan terkait berbagai hal yang masih menjadi masalah dan tantangan berkaitan dengan komunikasi yang perlu diselesaikan untuk meningkatkan efektivitas program fortifikasi pangan di Indonesia. Beberapa hal dan isu yang masih menjadi tantangan utama dalam program fortifikasi pangan di Indonesia yaitu kehadiran pemerintah dirasakan belum maksimal, kesadaran masyarakat tentang pentingnya konsumsi pangan fortifikasi yang masih kurang, tambahan biaya menyebabkan keraguan berkesinambungan, penyediaan fortifikan sampai ke tingkat distribusi yang membutuhkan inovasi dan perkembangan teknologi, serta sumber daya manusia dan kapasitas yang belum memadai.

Berdasarkan analisis situasi yang sudah dilakukan, KFI dibantu oleh Yayasan Cipta menyiapkan rancangan Strategi Komunikasi Nasional Fortifikasi Pangan KFI untuk advokasi dan perubahan perilaku. Strategi komunikasi ini disusun menggunakan metode ilmiah seperti metode Socio-ecological model (SEM) dan health communication partnership framework untuk mendeskripsikan pathway fortifikasi pangan skala luas.

Pakar komunikasi turut hadir memberikan masukan untuk pengembangan strategi komunikasi dan advokasi fortifikasi pangan KFI

Dalam forum ini, hadir beberapa pakar komunikasi yang turut memberikan masukan untuk penyempurnaan strategi komunikasi dan advokasi yang sudah disusun. KFI dan Yayasan Cipta mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang sudah memberikan masukan dan saran. Masukan dan saran yang disampaikan akan dielaborasi dalam finalisasi dan penyempurnaan dokumen strategi komunikasi nasional fortifikasi pangan KFI untuk advokasi dan perubahan perilaku ini.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

EN