Policy Brief
Pemerintah Indonesia telah mengembangkan dan melaksanakan program Fortifikasi Pangan Skala Besar pada garam, tepung terigu, dan minyak goreng. Hingga saat ini program fortifikasi masih memerlukan pengembangan untuk dapat memberikan dampak yang maksimal.
Pentingnya Tandem Program Fortifikasi Tepung Terigu dan Fortifikasi Beras Dalam Penanggulangan Anemia dan Defisiensi Seng di Indonesia
Bagi Sebagian besar masyarakat Indonesia, tepung terigu saat ini merupakan makanan pokok kedua setelah beras.
Solid Collaboration Of Stakeholders In Large-Scale Food Fortification (LSFF) Is Important Strategy To Improve The Quality Of Human Resources Amid Extreme Climate Change Threats
Extreme Climate Change and its impact on Food Systems, Health and Human Resource Quality
Rekomendasi Koalisi Fortifikasi Indonesia Untuk Kebijakan Fortifikasi Pangan Skala Besar Dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045
Pengembangan Sistem Pangan Nusantara Berbasis Sumber Daya dan Kearifan Lokal Serta Perbaikan Gizi Melalui Fortifikasi Pangan Skala Besar (LSFF) untuk Mewujudkan Sumber Daya Manusia Indonesia Yang Berkualitas dan Produktif
Fortifikasi Pangan Wajib dan Penurunan Stunting
Strategi Tandem Peningkatan SDM Indonesia Menuju Indonesia Emas 2045
Pentingnya Pencapaian Target Universal Salt Iodization (USI)
Kekurangan yodium menjadi masalah termasuk di Indonesia. Berdasarkan tingkatan permasalahannya, Indonesia dikategorikan sebagai mild iodine deficiency
Pentingnya Menjaga Stabilitas Harga MGS Untuk Menjamin Kontribusi Asupan Vitamin A Dari MGS Kemasan
Minyak Goreng Sawit (MGS) adalah salah satu pangan strategis dalam pola konsumsi di Indonesia.
Tiga Tahun Bukti Fortifikasi Wajib Berdasarkan Susenas 2023–2025: Implikasi Arah Kebijakan untuk Mewujudkan Sistem Jaminan Gizi Nasional
Garam beryodium memiliki cakupan konsumsi yang relatif tinggi, namun masih menghadapi persoalan mutu dan ketimpangan wilayah. Tepung terigu dan olahannya dikonsumsi hampir universal, tetapi kontribusi gizinya dipengaruhi oleh ketimpangan pola konsumsi.
Pentingnya Menutup Kesenjangan Data untuk Memperkuat Evaluasi Dampak Fortifikasi Pangan Wajib di Indonesia
Fortifikasi pangan skala luas (Large-Scale Food Fortification/LSFF) merupakan strategi perbaikan status gizi masyarakat berbasis pangan (food based approached) yang terbukti efektif dalam mengurangi kekurangan zat gizi mikro pada tingkat biaya terendah (cost-effective)
Pentingnya Sinergi Antar Pemangku Kepentingan Dalam Penguatan Kepatuhan Industri Fortifikasi Pangan Wajib
Fortifikasi pangan merupakan salah satu intervensi gizi masyarakat yang efektif, berbiaya rendah, dan berkelanjutan dalam upaya mengatasi kekurangan zat gizi mikro di tingkat populasi.
PENTINGNYA TANDEM PROGRAM FORTIFIKASI TEPUNG TERIGU DAN FORTIFIKASI BERAS DALAM PENANGGULANGAN ANEMIA DAN DEFISIENSI SENG DI INDONESIA
Bagi Sebagian besar masyarakat Indonesia, tepung terigu saat ini merupakan makanan pokok kedua setelah beras.
SOLID COLLABORATION OF STAKEHOLDERS IN LARGE-SCALE FOOD FORTIFICATION (LSFF) IS IMPORTANT STRATEGY TO IMPROVE THE QUALITY OF HUMAN RESOURCES AMID EXTREME CLIMATE CHANGE THREATS
Extreme Climate Change and its impact on Food Systems, Health and Human Resource Quality...
Rekomendasi Koalisi Fortifikasi Indonesia Untuk Kebijakan Fortifikasi Pangan Skala Besar Dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045
Pengembangan Sistem Pangan Nusantara Berbasis Sumber Daya dan Kearifan Lokal Serta Perbaikan Gizi Melalui Fortifikasi Pangan Skala Besar (LSFF)
Fortifikasi Pangan Wajib dan Penurunan Stunting
Strategi Tandem Peningkatan SDM Indonesia Menuju Indonesia Emas 2045
Pentingnya Pencapaian Target Universal Salt Iodization (USI)
Kekurangan yodium menjadi masalah termasuk di Indonesia. Berdasarkan tingkatan permasalahannya, Indonesia dikategorikan sebagai mild iodine deficiency